Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 April 2008

Ibu. . .

Seorang wanita memiliki hati ibu
Seorang Ibu memiliki hati bidadari
Engkau boleh bersembunyi di balik topeng apa saja
Topeng hujan. Kemarau. Atau angin puting beliung.
Engkau pun boleh bersembunyi di mana saja
Hutan belantara. Istana megah. Atau bahkan lubang semut
Seorang Ibu memiliki jiwa yang tulus
Cintanya akan menemukanmu kembali. . .

CinTa..??

Seperti apakah cinta?
Apakah rasanya cinta?
Maniskah? Asin? Atau.. pahit?
Seperti apakah parasnya?
Apakah seperti matahari yang kemilaunya membuat mata silau?
Apakah seperti angin yang membelai dengan kesejukan yang nyalang?
Apakah seperti bintang yang sinarnya terang gulita?

Jika ada yang bertanya padamu tentang cinta,
Tak perlu bingung!
Jawablah dengan apa saja.
Sebab cinta adalah matahari. Adalah angin. Adalah bintang
Adalah segala. . .
Semua ada karena cinta; Aku, kau, mereka, kita.

aTaS naMa ciNta..

Apakah rasa harus diberi nama?
Apakah jika tak bernama mawar, maka mawar tak akan harum?
Apakah bila tak bernama matahari, maka matahari tak akan bersinar?
Maka, selayaknya bidadari bersayap ungu,
Kuberikan senyumku pada semesta
Sebab aku lahir dalam senyuman
Agar bumi tempatku berpijak tersenyum padaku
Maka, boleh kau panggil aku apa saja
Asalkan itu atas nama cinta. . .